Agro Indo Mandiri

Katalog Buku

Tanah Podsolik di Indonesia

Rp 175.000,00
Rp 155.000,00

Bakti dalam Diam: Mengukir Makna dibalik Layar

Rp 150.000,00
Rp 115.000,00

Redesain Kebijakan Kelembagaan Pertanian di Kawasan Timur Indonesia

Rp 165.000,00
Rp 125.000,00

Mekanisasi Tepat Guna Untuk Budidaya Tanaman di Wilayah UPLAND

Rp 155.000,00
Rp 115.000.000,00

Rancang Bangun Model Kawasan Pangan Sejahtera di Wilayah UPLAND

Rp 135.000,00
Rp 100.000,00

Kerawanan Pangan dan Gizi Wilayah Upland

Rp 135.000,00
Rp 100.000,00

Home / Katalog Buku / Redesain Kebijakan Kelembagaan Pertanian di Kawasan Timur Indonesia

Redesain Kebijakan Kelembagaan Pertanian di Kawasan Timur Indonesia

Rp 165.000,00
Rp 125.000,00

Penerbit : AIMPRESS

Penulis : Prof. Dr. Ir. Yusuf, MP

Ukuran : 15,5 x 23 cm, 222Halaman.

Sinopsis :

Redesain kebijakan kelembagaan pertanian menjadi solusi kunci untuk memastikan keberlanjutan usaha pertanian di wilayah KTI, menghadapi dinamika perubahan global dan menjawab tantangan lokal

Buku ini menyajikan pembahasan mendalam tentang redesain kebijakan kelembagaan pertanian di KTI. Mulai dari landasan kebijakan, pola kelembagaan dalam hilirisasi teknologi yang ada, hingga pentingnya redesain kebijakan kelembagaan. Buku ini juga menggali prinsip-prinsip redesain, peran strategis para pemangku kepentingan, serta memastikan kelembagaan lokal menjadi pilar utama perubahan. Arah dan sasaran redesain dibahas dengan jelas, termasuk langkah-langkah implementasi yang diperlukan untuk mewujudkan transformasi kelembagaan di lapangan.

Ditulis oleh Prof. Dr. Ir. Yusuf, MP, seorang Peneliti Ahli Utama BRIN yang memiliki kepakaran dalam Sistem Usaha Pertanian, Agribisnis, dan Kelembagaan, buku ini diramu dari hasil penelitian mendalam di lapangan serta kajian literatur terkini. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di bidangnya, Prof. Yusuf menyajikan analisis komprehensif yang menggabungkan teori dan praktek serta memberikan solusi inovatif bagi pengembangan sektor pertanian berkelanjutan di KTI. Buku ini tidak hanya relevan bagi akademisi, tetapi juga bagi praktisi dan pengambil kebijakan dalam bidang agribisnis dan Kelembagaan.

Scroll to Top